Rabu, 19 Januari 2011

Cantik itu Sakit

Setiap wanita pasti ingin dirinya terlihat cantik, sempurna apalagi di hadapan pasangannya. Banyak cara yang dapat dilakukan. Namun ternyata cantik pada negara - negara tertentu memiliki pengertian yang berbeda dan tradisi untuk dapat mempercantik diri pada negara - negara tertentu di bawah ini harus diikuti oleh masyarakat lokalnya. Bahkan menjadi cantik itu merupakan hal menyakitkan mungkin tak berlebihan. Melihat sejarah, praktik-praktik ekstrim telah terekam dalam tradisi kecantikan di berbagai belahan dunia.

Berikut beberapa praktik ekstrim di dunia kecantikan tradisional, seperti dikutip dari laman roadtickle.com:
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ -->
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bNU8xqSBpfQ%3D&cid=1mKE6FR8OXo%3D&chan=oUWCT4Qdafk%3D&type=2&title=3D81EE&text=000000&background=FFFFFF&border=FFFFFF&url=2BA94F" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->
1. Mengecilkan kaki
Tradisi ini dipraktikkan sejumlah wanita kelas menengah dan atas di China sebelum abad ke-20. Sejak usia 5-8 tahun, mereka mengikat empat jari kaki, kecuali jempol, ke bawah telapak kaki. Kain yang digunakan untuk mengikat kemudian dijahit untuk mencegah pertumbuhan empat jari tersebut dan membiarkannya menyatu dengan telapak kaki.


    
Dalam budaya mereka, bentuk kaki kecil adalah lambang kecantikan wanita. Bahkan, dapat meningkatkan gairah seksual pria. Demi mendapat kehormatan di tengah masyarakat, mereka rela mengalami patah tulang dan infeksi selama proses pengikatan.

2. Memanjangkan leher

Tradisi ini dilakukan dalam suku pedalaman di Paudang, Thailand. Menurut masyarakat lokal memiliki leher yang panjang akan terlihat anggun dan cantik. Dan atas nama kecantikan, mereka nekat melakukan hal ekstrem tersebut dengan mengenakan kumparan logam di leher. Seiring dengan bertambahnya usia, kumparan logamnya akan ditambah sehingga tulang leher bertambah panjang alami.

Wah, tak bisa terbayangkan jika kumparan logam tersebut diambil. Karena jika gelang logamnya diambil maka beberapa menit kemudian lehernya patah. Sehingga logam yang telah terpasang adalah anti untuk melepasnya.
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ -->
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=bNU8xqSBpfQ%3D&cid=1mKE6FR8OXo%3D&chan=oUWCT4Qdafk%3D&type=2&title=3D81EE&text=000000&background=FFFFFF&border=FFFFFF&url=2BA94F" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->

3. Peregangan bibir
Peregangan bibir Bagi suku Mursi di Ethiopia, lambang kecantikan bukan leher panjang, melainkan bibir lebar. Tradisi yang dikenal dengan istilah 'Labret' atau Lip Plate ini dilakukan dengan cara melubangi bagian bawah bibir semacam tindik selebar 1-2 sentimeter. Lalu, menempatkan semacam piringan bulat di dalamnya. Semakin lebar mulut seorang perempuan, semakin cantiklah ia.


Setiap dua sampai tiga minggu, mereka mengganti piringan dengan diameter lebih besar. Ini berlangsung hingga diameter bibir mencapai 15-25 sentimeter. Tradisi ini biasanya dilakukan para wanita sejak usia 13-16 tahun, atau menjelang pernikahan.





4. Korset ekstrim


Gadis Bangsawan Eropa zaman dulu banyak melakukan hal ini. Penggunaan korset jangka panjang yang superketat bisa menghasilkan pinggang kecil. Penggunaan korset ini bahkan bisa mengurangi ukuran pinggang wanita sebanyak 7-10 inci secara alami. Karena adanya tekanan pada rongga perut ketika menggunakan korset dapat menekan napsu makan. Kaum wanita pada abad ke-19 dan 20 banyak yang melakukan teknik meratakan perut dengan cara ini. Padahal cara ini sangat berisiko menyebabkan iga retak, kerusakan organ, resiko myoma dan masalah pernapasan.


5. Lidah Bercabang
Entah Metode kecantikan darimanakah ini. Namun idenya adalah lidah reptil, sehingga lidah manusia harus diiris di tengah untuk bisa menyamainya. Ia harus menanggung resiko infeksi dan susah makan ketika melakukannya. Dan hasilnya..lidah bercabang yang konyol..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...